COP Sebut Pembantaian Orangutan Terorganisir

media_indonesiaJAKARTA–MICOM: Centre for Orangutan Protection (COP) menemukan empat kerangka orangutan di dalam kawasan konsesi PT Sarana Titian Permata, anak  perusahaan Wilmar Group di Kalimantan Tengah. Salah satunya masih tersangkut di atas pohon. Orangutan itu diduga mati karena ditembak. Temuan tersebut  telah dilaporkan ke Kementerian Kehutanan pada 6 September 2011.Sebelumnya, pada 7 Juni 2010, COP mengevakuasi 1 bayi  orangutan yang dipelihara warga Desa Bangkal, Kab. Seruyan, Kalteng.  Menurut pemeliharanya, induk orangutan sudah dibunuh saat land clearing di kawasan konsesi PT Rimba Harapan Sakti (RHS), anak  perusahaan Wilmar Group juga.Setidaknya 75 orangutan terpaksa dievakuasi sebagai dampak pembabatan  hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit anak-anak perusahaan Wilmar Group di Kalimantan Tengah seperti PT Mustika Sembuluh, PT  Kerry Sawit Indonesia dan PT Sarana Titian Permata. Continue reading…
Share

Menhut Ancam ‘Sikat’ Perusahaan tidak Peduli Lingkungan

media_indonesiaBATULICIN–MICOM: Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengancam menindak perusahaan tambang dan perkebunan yang tidak peduli lingkungan di Kalimantan Selatan (Kalsel).”Kalsel ini kaya. Banyak perusahaan besar dalam dan luar negeri mengeruk sumber daya alam di sini. Tetapi kepedulian terhadap lingkungan masih kurang,” katanya saat meresmikan kawasan Konservasi Flora dan Fauna Jhonlin Lestari yang dikelola PT Jhonlin Group di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (7/12).

Continue reading…

Share

Pelaku Alih Fungsi Hutan Jadi Kebun Sawit Divonis Empat Tahun

media_indonesiaBANJARMASIN–MICOM: Pengadilan Tipikor Kalimantan Selatan menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada Armadi Tamajoe, terdakwa perkara korupsi terkait kasus alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit milik Malaysia di Kabupaten Tanah Laut.Dalam persidangan putusan yang digelar Pengadilan Tipikor Kalimantan Selatan (Kalsel) di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Senin (5/12), kepala seksi pada Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel yang kini menjabat Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata, Kabupaten Kotabaru itu juga didenda Rp30 juta dan subsidair dua bulan kurungan.Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang semula menuntutnya enam tahun penjara dan denda Rp30 juta. Dana Hanura, anggota Hakim Tipikor Kalsel mengatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah. Continue reading…
Share