Negara Rugi Puluhan Trilyun Per Tahun Akibat Kejahatan Kehutanan

Sejarah pembalakan hutan di Indonesia tercatat mencapai titik terparah pada tahun 1998, setelah jatuhnya pemerintahan Soeharto. Ketidakstabilan politik diduga menjadi penyebab penerapan hukum menjadi longgar pada sektor kehutanan. Angka pembalakan liar tinggi dan perambahan hutan hampir terjadi di seluruh tanah air. Tak heran apabila negara merugi puluhan trilyun per tahun akibat maraknya kejahatan kehutanan yang terjadi. Continue reading…

Share

Banjir Bandang Sigi bukan karena Pembalakan Liar

PALU–MICOM: Banjir bandang yang melanda Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (3/12), bukan disebabkan pembalakan liar di wilayah itu.

“Bencana banjir itu sama sekali bukan illegal logging (pembalakan liar), tetapi karena ada tiga aspek yang paling berperan,” kata Kepala Balai Taman Nasional Lore-Lindu (BTNLL) Harijoko, di Palu, Jumat (16/12).Ia mengatakan tim BTNLL yang menyurvei dan meneliti lokasi banjir di Desa Bolapapu tidak menemukan indikasi terjadi pembalakan liar. Tim memang menemukan beberapa potongan kayu dari hasil tebangan yang terbawa banjir tapi bukan hasil pembalakan liar. Potongan kayu-kayu tersebut berasal dari kebun masyarakat yang terbawa banjir.BNTLL memastikan banjir bandang di Kulawi disebabkan faktor alam. Tiga faktor penyebab terjadinya banjir bandang di sana, yakni curah hujan tinggi, batu-batuan rapuh, dan tumbuhan penyerap air sudah berkurang. Continue reading…

Share

Polisi Hutan Kesulitan Menangkap Pencuri Kayu

tempo-engMAROS — Polisi hutan di Dinas Perkebunan dan Kehutanan Maros kesulitan menangkap pelaku pencurian kayu di kawasan hutan lindung di Kabupaten Maros karena terbatasnya aparat. Jumlah polisi hutan di sana baru 10 orang, empat di antaranya perempuan. “Kalau personel ini yang diandalkan untuk menjaga hutan lindung sekitar 34 ribu hektare, kami masih sangat kesulitan,” ujar Kepala Seksi Perlindungan dan Pengamanan Hutan Dinas perkebunan dan Kehutanan Maros Komandan polisi hutan Abdul Muttalib di kantornya kemarin.

Continue reading…

Share

APP Dituduh Lakukan Penebangan di Suaka Harimau

tempo-engJAKARTA — Tim investigasi Eyes on the Forest menyingkap adanya kebohongan di balik klaim PT Asia Pulp and Paper (APP) dalam pelestarian lingkungan di Suaka Harimau Senepis, Riau. Kemarin hasil investigasi berjudul “Kebenaran di Balik Greenwash APP” dipaparkan ke publik.

“Penyelidikan dilakukan berkala setiap bulan dan kami gunakan pendekatan ke masyarakat serta pekerja perusahaan,” ujar Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Riau Hariansyah Usman kepada Tempo.

Continue reading…

Share