Jokowi Bagikan 12,7 Juta Hektare Hutan Sosial ke Petani

TEMPO.CO, Palangkaraya – Presiden Joko Widodo mengatakan sekitar 25 ribu desa di Nusantara masih berada di kawasan hutan. Hal itu disampaikan Jokowi saat mencanangkan Kolaborasi Hutan Tanaman Rakyat dengan Industri Kayu Terpadu di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Selasa, 20 Desember 2016.

Presiden berkunjung ke Palangkaraya untuk menghadiri puncak Hari Kesejahteraan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2016 di Palangkaraya. “Jumlah penduduk yang masih belum sejahtera yang berada di kawasan hutan itu mencapai 10,2 juta jiwa,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, sampai 2019, pemerintah mencanangkan program kehutanan sosial dengan luas tanah yang akan diberikan kepada masyarakat mencapai 12,7 juta hektare. Penerima program ini sangat selektif, yakni hanya untuk rakyat, koperasi, dan kelompok tani.

Pemerintah, katanya, ingin memberdayakan koperasi dan petani. Selain itu, semangat perhutanan sosial itu adalah untuk menjaga kelestarian dan tingkat hidup masyarakat. Caranya, dengan melalui hutan tanaman rakyat, hutan adat, dan hutan desa. “Kita berkeinginan program kehutanan sosial ini bisa membuat masyarakat secara legal masuk dalam kehutanan sosial,” ujarnya.

Dalam acara yang berlangsung di pinggiran Jalan Trans Kalimantan di Kabupaten Pulang Pisau itu Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menko PMK Puan Maharani, Mensegneg Pramono Anung, dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran juga hadir. Menurut Jokowi, bila program ini berhasil, akan digelar di daerah lain ke depannya. “Sekarang ini sudah banyak daerah yang antre untuk mendapatkannya, tapi saya belum mau kasih tahu,” ujarnya.

KARANA W.W.

Sumber:
https://nasional.tempo.co/read/news/2016/12/20/173829229/jokowi-bagikan-12-7-juta-hektare-hutan-sosial-ke-petani

Share