Partisipasi Publik Tidak Berarti Tanpa Jaminan Keterbukaan Informasi Publik

Peserta Pelatihan, Bapak Darmawa Bercerita
DarmawaLaki-laki yang bertubuh langsing itu ialah Bapak Darmawa. Bapak Darmawa adalah seorang petani hutan dan petani sawah yang berusia 50 tahun. Sejak lahir hingga sekarang, Bapak dua anak ini tinggal di dusun Batu Cangku, Desa Sapit, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Salah satu desa yang wilayahnya berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

Bapak Darmawa adalah satu dari sekian banyak masyarakat Desa Sapit yang menggantungkan hidupnya dari hasil hutan. Dalam kesehariannya, beliau menghabiskan waktu untuk bekerja di lahan sawah miliknya maupun di kawasan hutan yang belum lama ini ditetapkan sebagai areal kerja Hutan Kemasyarakatan (HKm). Saat ini, beliau salah satu pengurus aktif Kelompok Tani HKm Dongo Baru Desa Sapit.

Sapit, Potensi dan Ancaman
Desa sapit merupakan desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung dengan luas 2.212 hektare di bagian Gunung Rinjani, yang merupakan daerah tangkapan air dari Sub DAS Pohgading Sunggen. Kawasan ini memiliki fungsi Hidrologi dan air permukaan yang umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi dan air bersih.

Kondisi umum vegetasi hutan lindung Sapit, khususnya pada areal Hutan yang dikelola masyarakat sudah banyak ditanami Durian, Rambutan, Nangka, Kayu Manis, Trembesi, Mahoni dan beberapa jenis tanaman semusim yang hasilnya dimanfaatkan oleh masyarakat. Meski demikian, kondisi alam di Sapit masih cukup rimbun karena masih dipenuhi oleh berbagai jenis tanaman kawasan hutan seperti Bajur, Garu, Rajumas, Klokos, Jowet, Nyangsit, Panik, Ombar, Bangsal, Sentul, Prabu, Tampel, dan Trep, Mahoni, Sengon, Nangka dan Sonokling. Kawasan hutan Sapit juga merupakan rumah bagi satwa seperti burung, binatang melata,dan jenis binatang lainnya.

Share

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>