Negara Biarkan Kasus Mesuji

OGAN KOMERING ILIR, KOMPAS.com/ Konflik marga Megoupak dengan beberapa perusahaan tidak terjadi kalau negara tegas menyelesaikan konflik agraria. Namun, negara malah membiarkan konflik agraria itu bertahun-tahun.

Deputi Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Iwan Nurdin mengatakan, ada beberapa konflik yang dihadapi marga Megoupak. Konflik horizontal di Sungai Sodong, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan antara warga dengan pekerja perkebunan adalah buah konflik agraria.

“Di OKI, warga sudah bertahun-tahun menuntut pengembalian tanah ulayat marga,” kata Iwan kepada Kompas, Kamis (15/12/2011).

Menurut dia, tanah ulayat marga Megoupak di Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI, dikuasai sebuah perkebunan sawit. Pada April 2011, dua warga klan itu ditemukan tewas di Blok 19 kebun PT SWA. Satu di antaranya tewas dengan beberapa luka tembak.

“Penemuan mayat itu berlanjut dengan bentrok warga dan karyawan perkebunan,” ungkap Iwan.

Sementara di Kabupaten Mesuji, Lampung, marga itu berhadapan dengan dua perusahaan, sebuah perusahaan perkebunan sawit dan sebuah perusahaan pemegang hak konsensi hutan tanaman industri. Kedua perusahaan itu, menurut Iwan, menduduki tanah ulayat Megoupak.

“Kasus dengan Silva Inhutani dikenal sebagai kasus Register 45. Ribuan warga diusir dari tanah mereka yang diklaim sebagai milik PT SI. Polisi dan pemda setempat terlibat dalam pengusiran itu,” tuturnya. (Kris R Mada | Nasru Alam Aziz).

www.kompas.com, Kamis, 15 Desember 2011

http://regional.kompas.com/read/2011/12/15/11201681/Negara.Biarkan.Kasus.Mesuji

***

Share

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>