Laporan Hasil Penilaian Tata Kelola Kehutanan di Lombok Barat

Lombok Barat sebagai salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tengara Barat yang memiliki Luas kawasan hutan mencapai 43,34% dari total luas wilayahnya, dengan kondisi tersebut maka sektor kehutanan di kabupaten Lombok Barat mempunyai peran dan posisi penting dalam pembangunan daerah. Peran strategis dari keberadaan kawasan hutan tersebut dapat dilihat dari tingginya suplay sumberdaya air untuk memenuhi kebutuhan irigasi maupun rumah tangga di wilayah Pulau Lombok . Selain itu, kawasan hutan juga dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat terutama masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan sehingga kelestarian hutan di Kabupaten Lombok Barat semestinya harus tetap dijaga dan dipelihara. Disisi lain, gagasan dan berbagai praktek pengelolaan sumberdaya hutan yang menjadi percontohan bagi Indonesia lahir di kabupaten ini, seperti praktek pengelolaan jasa lingkungan, Prkatek pengelolaan sumberdaya hutan berbasis masyarakat (PHBM) maupun inisiasi pengembangan Kesatuan pengelolaan hutan (KPH).

Nilai_LobarMeskipun demikan, pengelolaan sumberdaya hutan di kabupaten Lombok Barat tidak lepas dari berbagai dinamika dan persoalan. Meningkatnya luas lahan kritis antara lain disebabkan oleh masih berlangsungnya aktivitas perambahan hutan oleh masyarakat di sekitar kawasan hutan. Data neraca sumberdaya hutan Dinas Kehutanan tahun 2009, memberikan gambaran bahwa telah terjadi penyusutan luas areal berhutan sebagai akibat dari perusakan hutan melalui aksi penebangan pohon dan penyerobotan tanah hutan, legal maupun illegal. Aksi illegal logging hampir merata pada semua tipe ekosistem hutan, semua wilayah konsesi dan semua peruntukan kawasan hutan. Kondisi ini tidak hanya terjadi di hutan -hutan wilayah Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua tetapi juga dialami oleh hutan-hutan yang ada di Kabupaten Lombok Barat, luas kawasan hutan Kabupaten Lombok Barat yang telah dirambah ± 10.362,15 hektar (2001) tersebar di kawasan hutan lindung Sesaot, Kumbi, Pusuk, Kawasan hutan produksi terbatas Sekotong, kawasan hutan produksi Gunung Sasak dan kawa san hutan produksi Mareje, laju penyusutan tersebut terus berlangsung sampai saat ini dan menimbulkan kerusakan lingkungan yang ditandai dengan berkurangnya debit air sungai dan hilangnya beberapa sumber mata air.

Hal ini mendorong Jaringan Tata Kelola Hutan untuk melakukan serangkaian penilaian terhadap pelaksanan tatakelola kehutanan di wilayah tersebut. Dengan tujuan untuk mendiagnosis upaya pembenahan tata kelola yang sudah maupun sedang dilakukan, kemudian hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran atau potret konidisi terkini sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan tata kelola kehutanan di kabupaten Lombok Barat di masa yang akan datang.

Unduh Laporan Penilaian pada tautan dibawah ini:
Laporan_Hasil_Penilaian_LOBAR

Share

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>