Inkonsistensi Inpres No.10 Tahun 2011 Terhadap Perbaikan Tata Kelola Kehutanan Indonesia

inkonsistensi-inpres-no-10-tahun-2011-terhadap-perbaikan-tata-kelola-kehutanan-indonesiaMoratorium yang ditunggu-tunggu akhirnya mendapatkan juga dasar hukumnya melalui terbitnya Inpres No.10 tahun 2011 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut. Terbitnya instruksi tersebut tidak lepas dari perdebatan dan pergulatan panjang melalui berbagai lokakarya dan diskusi yang digelar sebelum penerbitan instruksi tersebut. Menandakan banyak pihak yang menaruh perhatian dan tidak sedikit pihak-pihak yang berharap melemahkan substansi dari inpres tersebut. Upaya tersebut berhasil, terbukti dengan penerbitan Inpres yang mundur 4 bulan dari waktu yang seharusnya. Menunjukan sekali lagi bahwa “niat” Indonesia untuk memperbaiki tata kelola hutan melalui penundaan izin, belum bisa dikatakan niat tulus.

Continue reading…

Share

“Tantangan dan Upaya Pembenahan Pengelolaan Hutan Yang Sistematis”

tantangan-dan-upaya-pembenahan-pengelolaan-hutan-yang-sistematisPembenahan pengelolaan hutan bukan perkara yang mudah, semangat melakukan perubahan total pada sektor kehutanan telah dirasakan sejak bergulirnya reformasi. Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, belum bisa menjawab keinginan terjadinya perubahan dalam pengelolaan kehutanan di Indonesia. Terbitnya TAP MPR/IX/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam, telah memantapkan kembali sikap langkah pemerintah dalam melakukan pembenahan dalam aspek pengelolaan sumber daya alam di Indonesia termasuk sektor kehutanan. Namun demikian, komitmen tersebut terus melemah dan melenceng dari persoalan dasar yang ingin dijawab dari pembaharuan pengelolaan sumber daya hutan. Hal itu, ditandai dengan tingkat deforestasi yang terus meningkat sejak reformasi (1998) dan mencapai puncaknya pada periode tahun 2000 – 2004, yaitu sebesar 2,8 juta ha (Departemen Kehutanan, 2004). Selain itu, berdasarkan data yang terbaru laju deforestasi pada periode 2000-2009 adalah 1.515.892,66 Ha/tahun dengan luas deforestasi yang mencapai 15.158.926,59 Ha (periode 2000-2009) serta tutupan hutan (forest cover) Indonesia pada tahun 2009 yang hanya menyisakan sekitar 88.170.440,19 Ha (FWI, 2011). Hal tersebut sangat mengkhawatirkan, mengingat dampak yang ditimbulkan apabila deforestasi dan degradasi tersebut terus terjadi, ialah menurunnya potensi sumber daya hutan serta hilangnya kekayaan dan keanekaragaman hayati.

Continue reading…

Share