Direstorasi 15.000 Ha Lahan di TNBBS

Konservasi Hutan

logokompascomBandar Lampung, Kompas – Dalam setahun terakhir, setidaknya 15.000 hektar lahan di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan telah direstorasi dari perambahan. Lahan ini sebelumnya digunakan sebagai kebun kopi, cokelat, bahkan sawah oleh para perambah hutan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) John Kenedie, di Bandar Lampung, Selasa (13/12), mengatakan, restorasi lahan kawasan TNBBS diwujudkan dengan serangkaian operasi terpadu penurunan perambah. Kegiatan ini melibatkan unsur Balai Besar TNBBS, Polri, TNI, polisi hutan, dan LSM pemerhati lingkungan.

Sepanjang 2011, tercatat 4.500 perambah ditertibkan dan diminta meninggalkan kawasan TNBBS. Operasi terakhir dilakukan di Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus. Operasi yang dimulai pekan lalu membuat 400 keluarga perambah di lokasi terpaksa angkat kaki.

Gubuk dan rumah semi-permanen milik perambah telah dibongkar aparat, sementara tanaman mereka dimusnahkan. Kondisi vegetasi di wilayah yang dihuni perambah kini berubah drastis, karena tanaman kopi mendominasi.

Berkebun

Menurut Kenedie, para perambah umumnya menguasai kawasan TNBBS untuk berkebun. Tanaman kopi, lada, dan kakao, tanaman yang mendominasi di perkebunan ilegal di TNBBS.

”Target kami menertibkan seluas 61.800 hektar lahan di kawasan TNBBS yang dikuasai perambah dan bisa tuntas 2014,” ujar Kenedie. Sepanjang 2011, operasi terpadu penurunan perambah telah dilakukan di Rataagung dan Lemong di Kabupaten Lampung Barat dan Pematangsawa di Tanggamus.

Ali Rizki, Koordinator Manajemen Konservasi WWF Lampung, mengungkapkan, alih fungsi kawasan TNBBS menjadi perkebunan akibat ulah perambah, mengakibatkan kerugian ekologi yang besar. ”Keanekaragaman hayati berkurang, dan tak lagi dilewati gajah,” tuturnya.

Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Darori mengatakan, operasi penertiban perambah dilakukan secara serentak di berbagai kawasan hutan negara, seperti taman nasional, suaka margasatwa, dan cagar alam.

Memberikan efek jera kepada perambah, pemerintah tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Pemberantasan Perusakan Hutan yang mengatur ancaman sanksi pidana minimal 8 tahun bagi perambah. (JON)

Kompas, 14 Desember 2011

http://cetak.kompas.com/read/2011/12/14/04161667/direstorasi.15.000.ha.lahan.di.tnbbs

***

Share

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>