Ekspor Rotan Dilarang Mulai 2012

tempo-engJAKARTA — Menteri Perdagangan Gita Wirjawan akhirnya mengeluarkan beleid larangan impor rotan kemarin. Penghentian ekspor untuk mengembangkan industri hilir rotan dalam negeri. “Kami tutup ekspor bahan baku,” ujarnya kemarin.

Gita menjelaskan, larangan ekspor tanpa pengecualian untuk semua jenis rotan. Beleid ini berlaku mulai 1 Januari 2012.

Tujuan kebijakan ini, kata dia, pertama, target penyerapan bahan baku rotan sekitar 33 ribu ton senilai US$ 33 juta. Nilai ini sama dengan nilai ekspor rotan tahun lalu. Untuk mencapai target tersebut, perlu kerja sama dengan lembaga dan instansi pemerintah lain.

Kedua, pembangunan sentra-sentra industri rotan di seluruh Indonesia. Selama ini sentra hilir pengembangan industri rotan masih berkutat di Jawa.

Ketiga, peningkatan alih teknologi, baik dari dalam maupun luar negeri. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas desain. “Agar barang-barang kami lebih bagus ke depannya,” kata Gita.

Dia menjamin tak ada yang dirugikan oleh kebijakan pelarangan ini. Sebelumnya, penolakan larangan ekspor rotan datang dari Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.

“Kami juga harus memperhatikan kawan-kawan yang sudah lama menjadi perajin,” ujarnya. Gita menambahkan, “Ribuan orang sudah di-PHK karena tidak bisa menyerap bahan baku. Belum lagi perusahaan hilir yang bangkrut.”

Semangat Kementerian Perdagangan, kata Gita, adalah meningkatkan skala dan kualitas hilir industri rotan di indonesia. Bahkan peningkatan ini bukan hanya untuk industri rotan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia Lisman Sumarjani menyatakan kecewa atas ditekennya beleid ini. “Ini merupakan bukti pemerintah tidak peduli terhadap nasib rakyat,” ujarnya. “Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Kehutanan harus tanggung jawab atas kesusahan petani pemungut rotan.”

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan berbeda pendapat mengenai revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2009 tentang Ekspor Rotan. Mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu masih berharap ekspor bahan baku rotan tetap dibuka, sedangkan Menteri Perindustrian Muhammad Suleman Hidayat sebaliknya.

Hidayat ngotot ekspor rotan dihentikan karena dianggap mematikan industri kerajinan rotan dalam negeri. Dari data yang diungkap sebelumnya, 60-63 ribu rotan diserap industri dalam negeri, sedangkan 30-35 ribu diekspor.

Perdebatan mengenai larangan ekspor juga terjadi antara eksportir dan kalangan perajin. Kalangan eksportir menuding penyerapan industri kerajinan rendah, karena itu bahan baku rotan lokal tidak terserap.

Adapun kalangan industri kerajinan rotan mengatakan matinya industri rotan bukan hanya karena kekurangan bahan baku, tapi juga terdesak kerajinan rotan impor. Padahal bahan baku produk kerajinan rotan impor berasal dari Indonesia. l ALI NY | FEBRIANA FIRDAUS

www.korantempo.com, THURSDAY, 01 DECEMBER 2011

***

Share

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>